Perhatikan Ini Saat Laporan Pajak Online

Warga negara yang baik akan membayar pajak ataupun melakukan pelaporan secara tepat waktu. Hal ini dikarenakan sadar akan pentingnya pajak bagi pembangunan suatu negara. Oleh karena itu Direktorat Jenderal Pajak terus melakukan berbagai inovasi dalam dunia perpajakan. Salah satunya yaitu saat ini para wajib pajak dapat melakukan laporan pajak online.

Salah satu yang biasa dilaporkan yaitu surat pemberitahuan tahunan secara online. SPT online merupakan salah satu solusi untuk pelaporan SPT lebih mudah dan praktis. Adanya sistem secara online ini para wajib pajak tidak bisa mengelak dari kewajibannya untuk melaporkan SPT tersebut. Ini dikarenakan pelaporan tersebut dapat dilakukan secara online dengan bantuan jaringan internet. Hal ini membuat kita dapat melakukan lapor pajak dengan mengakses website DJP kapanpun dan dimanapun. Namun ada beberapa hal kesalahan yang sering dilakukan wajib pajak ketika melakukan pelaporan SPT secara online.  Kesalahan tersebut ada karena beberapa hal yaitu sebagai berikut :

1. Salah Input NPWP

Ketika melakukan e-Filing, salah satu kolom yang harus diisi yaitu NPWP. NPWP yang dimaksud bukan milik perusahaan melainkan milik wajib pajak.

Sebagian Wajib Pajak masih banyak yang kurang paham dengan peoswdue ini saat melakukan e-Filing dikarenakan NPWP perusahaan yang telah tercantum di lembar SPT.

Sebelum memulai mengisi, Anda harus memastikan dengan teliti NPWP yang harus dimasukkan. Jangan sampai salah memasukkan NPWP karena nantinya anda harus mengulang dari awal.

2. Pemilihan Formulir Yang Salah

Kesalahan selanjutnya yang sering terjadi saat Wajib Pajak melakukan e-Filing yaitu pemilihan formulir SPT yang tidak tepat.

Perlu diketahui dan diingat bahwa jenis formulir SPT ada beberapa. Untuk lapor SPT Tahunan Pajak Penghasilan orang pribadi terdapat formulir 1770S 1770SS san 1770. Formulir 1770S digunakan oleh para Wajib Pajak yang mempunyai penghasilan dari satu pemberi kerja atau lebih senilai lebih dari Rp60 juta per tahun. Sedangkan formulir 1770SS diperuntukkan bagi Wajib Pajak dengan penghasilannya di bawah Rp60 per tahun.

Dan untuk formulir 1770 untuk Wajib Pajak orang pribadi yang mempunyai sumber penghasilan dari usaha dan/atau pekerjaan bebas. Proses e-filing tidak berjalan lancar jika Peserta Wajib Pajak kurang teliti dan salah dalam mengisi formulir maka yang terjadi yaitu penghitungan angka tidak tepat. Jadi agar terhindar dari hal tersebut, wajib pajak perlu menghitung kembali total penghasilan selama satu tahun serta ditambah seluruh penghasilan. Kemudian, para peserta wajib pajak pilih formulir yang tepat sesuai dengan kriteria anda.

3. Mendaftar EFIN Dengan Menggunakan Alamat Email Kantor

Untuk melakukan pelaporan SPT tersebut, para wajib pajak memerlukan EFIN. Disini EFIN memiliki peran penting dalam proses lapor pajak secara online. Hal ini dikarenakan EFIN merupakan sebuah identitas digital yang diterbitkan secara resmi oleh DJP. Dan Untuk mendapatkannya, Wajib Pajak harus mendatangi langsung Kantor Pelayanan Pajak, kemudian menyerahkan NPWP, KTP, alamat email serta beberapa dokumen pendukung lainnya. Ketika mendaftar EFIN, ada hal penting yang perlu diingat yaitu alamat email yang didaftarkan bukan email kantor melainkan email milik pribadi.

Hal ini dikarenakan Direktorat Jenderal Pajak akan mengirim segala hal yang berkaitan dengan pajak ataupun e-Filing melalui email yang telah diregistrasikan.

Apabila menggunakan email kantor, ini akan sangat merugikan peserta wajib pajak. Hal ini dikarenakan apabila wajib pajak resign dari perusahaan tempat ia bekerja maka EFIN tidak dapat diakses. Jika hal itu terjadi maka Anda diharuskan mengurus EFIN tersebut ke langsung ke Kantor Pelayanan Pajak.

Baca Juga : Definisi Bukti Potong Pajak Online dan Cara Membuatnya, Praktis dan Simple!

Demikian kesalahan yang sering terjadi ketika wajib pajak lapor pajak secara online. Oleh karena itu, walaupun telah menggunakan sistem digital, wajib pajak tetap harus teliti dalam pengisian formulir. Hal ini dikarenakan ketelitian Anda dalam memilih dan mengisi formulir elektronik, ini menentukan kelancaran proses e-filing. Jika terjadi kesalahan dalam proses ini maka hasilnya tidak sesuai. Sehingga wajib pajak harus memperbaiki dari awal.

Dengan metode laporan pajak online ini juga keamanan data wajib pajak lebih terlindungi. Hal ini dikarenakan menggunakan sistem yang canggih, dan untuk mengakses ke akun pemilik pajak harus menggunakan kode sebagai identifikasi.